Riset Strategis 2026, Puslitbang Polri Uji Peran Pengamanan Unjuk Rasa di Polresta Balikpapan

  


Balikpapan – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar kegiatan penelitian dan wawancara bertema “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Peran Polri dalam Penanganan Unjuk Rasa/Demonstrasi Guna Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat” Tahun 2026 di Lobi Mako Polresta Balikpapan, Senin (2/3/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 11.15 Wita tersebut berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman No. 69, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan, dan berakhir pukul 14.15 Wita dalam situasi aman dan kondusif.


Tim peneliti dipimpin oleh Kombes Pol Sarfuddin Mohamad, S.I.K. dan didampingi sejumlah anggota tim. Dari jajaran Polresta Balikpapan, kegiatan dihadiri Plt Wakapolresta Balikpapan Kompol Teguh Sanyoto, S.H., M.H., Kabagops, Kasat Lantas, jajaran Satintelkam, Satreskrim, Satsamapta, serta pejabat fungsi lainnya. Sejumlah unsur eksternal turut dilibatkan, di antaranya tokoh adat, akademisi, perwakilan nelayan, organisasi pekerja, komunitas driver online, serta organisasi kepemudaan.



Sambutan Kapolresta Balikpapan yang dibacakan oleh Plt Wakapolresta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penelitian tersebut. Disebutkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan kesiapan personel dalam menangani aksi unjuk rasa dan penyampaian pendapat di muka umum di wilayah hukum Polresta Balikpapan.


Ketua Tim Peneliti, Kombes Pol Sarfuddin Mohamad, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan program prioritas Puslitbang Polri untuk mendukung peningkatan kinerja institusi, baik di bidang pembinaan maupun operasional. Menurutnya, unjuk rasa memiliki dampak signifikan terhadap dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga diperlukan evaluasi berbasis data.


Penelitian menggunakan metode mixed method, yaitu kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Survei telah dilakukan sebelumnya terhadap 1.694 responden, terdiri dari 483 personel Polri dan 1.211 responden masyarakat. Data tersebut digunakan untuk mengukur persepsi dan ekspektasi masyarakat terhadap peran Polri dalam pengamanan unjuk rasa.


Selain survei, tim juga melaksanakan wawancara mendalam dengan narasumber internal serta forum diskusi kelompok bersama responden eksternal guna memperoleh informasi yang komprehensif dan objektif.


Hasil penelitian ini akan menjadi bahan analisis dan rekomendasi bagi pimpinan Polri dalam meningkatkan profesionalitas dan proporsionalitas penanganan aksi unjuk rasa, sehingga hak konstitusional masyarakat tetap terjamin tanpa mengabaikan stabilitas Kamtibmas.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.