Acara dimulai pada pukul 07.30 WITA dan dihadiri oleh sekitar 750 orang yang terdiri dari peserta, panitia, serta tamu undangan. Ketua Panitia, Ibu Tina Mayasari, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 893 atlet dari 47 klub yang berasal dari lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Adapun cabang yang dipertandingkan mencakup Poomsae (seni jurus) dan Kyorugi (pertarungan), dengan kategori usia peserta: Prakadet, Kadet, Junior, dan Senior.
Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Kaltim atas inisiatif penyelenggaraan kejuaraan yang mendukung pengembangan bakat generasi muda di bidang olahraga bela diri. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya membangun fisik tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan mental sportif bagi para atlet muda.
Sementara itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., menyampaikan harapannya agar ajang ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul Taekwondo yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para atlet muda.
Penutupan kejuaraan berlangsung hingga pukul 17.45 WITA dan berjalan lancar dalam suasana aman serta tertib. Kegiatan ini mendapat pengamanan dari personel gabungan Polresta Balikpapan.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan positif bagi generasi muda dan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa mendatang," ujar Kasi Humas Polresta Balikpapan.
Humas Polresta Balikpapan
